TAWANGMANGU, (23/01/206), UPF Yankestrad RSUP Dr. Sardjito memulai langkah baru untuk mengusulkan dan mendaftarkan Arsip “Hortus Medicus” sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB). Judul yang diajukan adalah Hortus Medicus : Institusi Pembelajaran dan Pengetahuan Tanaman Obat Pertama di Indonesia Tahun 1952 - 2022 sebagai Memori Kolektif Bangsa Tahun 2026. Bertatap muka secara daring, melalui kegiatan Focus Group Discussion MKB Hortus Medicus ini hadir para pakar dan narasumber yang juga menjadi saksi kiprah Hortus Medicus dalam mengarungi perubahan jaman. Seperti; dr. Siswanto, MHP., DTM (Mantan Kepala Badan Litbangkes), Indah Yuning Prapti, SKM., M.Kes (Mantan Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional), Prof. Dr. Yuli Widyastuti, MP (Mantan Kepala Balai Penelitian Tanaman Obat/Peneliti BRIN), Dr. Hardhi Pranata (Dewan Jamu) dan para peserta lainnya. Seperti diketahui bersama, UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu, merupakan transformasi dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) yang dahulu bernama “Hortus Medicus” yang kini menjadi bagian dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta berdassarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01/07/MENKES/1331/2023 tanggal 8 Mei 2023.
Dalam sambutannya Kepala UPF dr. Ulfatun Nisa, M.Biomed menyampaikan bahwa Hortus Medicus bisa menjadi Memori Kolektif Bangsa karena merekam keterlibatan Indonesia di dunia internasional dalam hal tanaman obat, selain itu juga kunjungan dari dalam dan luar negeri untuk penelitian dan budidaya tanaman obat. Kegiatan signifikasi sosial dalam hal ini pemberdayaan komunitas petani (pembinaan petani), serta mempunyai keunikan yaitu perwujudan oase pengetahuan yg ada di masyarakat tentang tanaman obat Pada kesempatan ini dibahas berbagai hal yang diperlukan untuk pengajuan menjadi MKB tersebut seperti lampiran-lampiran yang diperlukan (koleksi foto, museum, hasil riset, perpustakaan, buku-buku kuno), cara dan teknik melakukan kurasi semua arsip yg relevan yg bisa diusung agar menarik untuk para assesor, serta peran para tokoh dan dokter kaitannya dengan pengembangan kesehatan tradisional.
Selain itu juga dibahas masukan-masukan untuk penguatan instrumen hukum nasional sehingga ada keterlibatan negara yg mampu memperkuat hal tersebut Kegiatan Registrasi Arsip Hortus Medicus sebagai Memori Kolektif Bangsa Tahun 2026. ini juga melibatkan peran para pegawai yang telah purna tugas yang juga menjadi saksi perjalanan Hortus Medicus dari masa ke masa. Yang dapat menerjemahkan berbagai peristiwa dalam dokuman dan bukti kegiatan pada masa itu. Semoga program registrasi Memori Kolektif bangsa dapat melindungi keselamatan dan keamanan arsip-arsip Hortus Medicus yang bernilai guna di UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito.