- Tidak memadai/tidak cukup: Sampel yang diambil tidak cukup untuk menyingkirkan atau mengkonfirmasi diagnosis.
- Jinak: Tidak ada sel kanker. Benjolan atau pertumbuhannya terkendali dan tidak menyebar ke area tubuh lainnya.
- Atipikal/tidak pasti, atau mencurigakan keganasan: Hasilnya tidak jelas. Beberapa sel tampak abnormal tetapi tidak pasti bersifat kanker. Biopsi bedah mungkin diperlukan untuk mengambil sampel sel secara memadai.
- Ganas: Sel-selnya bersifat kanker, tidak terkontrol dan berpotensi atau telah menyebar ke area tubuh lainnya.
Aspirasi Jarum Halus (AJH) : Tindakan Minimal Invasif Untuk Membantu Penegakkan Diagnosa Kanker
humas
13 Oktober 2021
4 Menit Baca
Aspirasi Jarum Halus (AJH) adalah prosedur sederhana berupa memasukkan jarum halus melalui kulit untuk mengambil sampel yang dapat berupa cairan atau jaringan dari kista atau massa padat. Sampel yang diambil selama AJH kemudian dikirim ke laboratorium patologi anatomi untuk dianalisis. Jarum yang digunakan berukuran kecil (25-22G). AJH sering dilakukan ketika ditemukan benjolan yang mencurigakan, misalnya benjolan payudara atau pembesaran kelenjar getah bening, atau jika kelainan terdeteksi pada tes radiologi seperti x-ray, ultrasound atau mamografi. AJH adalah metode yang minimal invasif, tidak terlalu menyakitkan dan lebih cepat jika dibandingkan dengan metode pengambilan sampel jaringan lainnya seperti biopsi maupun operasi. AJH menggunakan alat-alat yang sederhana dan dapat dilakukan di fasilitas tingkat pertama.
Prosedur tindakan AJH berupa membersihkan area kulit di titik jarum yang akan dimasukkan, benjolan tersebut kemudian diperiksa. Jika benjolan dapat dirasakan, dokter akan meraba benjolan untuk memposisikannya jarum. Jika benjolan tidak dapat dirasakan, bantuan pencitraan mungkin diperlukan untuk menemukan lokasi yang tepat. Bantuan pencitraan dapat berupa ultrasonografi maupun CT-Scan, dimana dokter radiologi akan membantu mengarahkan jarum dengan melihat monitor untuk mencapai koordinat yang tepat. AJH biasanya menggunakan jarum yang lebih halus dibandingkan jarum ketika pengambilan darah, namun terkadang diperlukan jarum yang lebih panjang seperti jarum spinal apabila lokasi dari benjolan sangat dalam. Sensasi pengambilan sampel AJH menyerupai sensasi pengambilan tes darah. Vakum atau tekanan negatif dibuat di dalam jarum dan dengan gerakan jarum masuk dan keluar, sampel diambil. Beberapa kali pengambilan sampel mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa sampel memadai. Setelah selesai tindakan AJH, area tindakan dibersihkan kembali kemudian dipasang perban kecil yang ditempatkan di atas bekas tindakan AJH dan anda dapat melanjutkan aktivitas normal seperti biasa. Umumnya tidak ada komplikasi dengan prosedur ini, meskipun mungkin sebagian mengalami nyeri tekan atau memar di sekitar tempat penyuntikan. Jika anda mengalami pendarahan, pembengkakan, demam atau rasa sakit yang tidak berkurang dengan parasetamol, segera hubungi dokter terdekat.
Sampel yang sudah didapat kemudian diperiksa oleh ahli patologi anatomi di bawah mikroskop. Laporan terperinci kemudian dibuat dalam bentuk ekspertise berupa jumlah sel mencukupi atau tidak, jenis sel yang terlihat, termasuk kemungkinan bahwa sel yang didapat ganas atau tidak. Penting kita ketahui bahwa adanya benjolan atau massa tidak selalu berarti kanker, banyak hasil AJH menunjukkan bahwa benjolan atau massa yang mencurigakan adalah jinak, kista atau hanya berupa radang. Sampel aspirasi dapat digambarkan sebagai salah satu dari jenis berikut:
Bagikan Artikel: