CATUR Permainan Seru Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Remaja
insti
17 November 2025
3 Menit Baca
dr. Handy Rifaldi, Sp.N, dr. Subagya, Sp.N, Subsp.NGD(K), Dr. dr. Astuti, Sp.N, Subsp.NGD(K)
Masa remaja adalah waktu penting dalam pembentukan kemampuan berpikir, bersosialisasi, dan mengatur emosi. Namun, banyak remaja di seluruh dunia yang mengalami masalah kesehatan mental, yang dapat berpengaruh terhadap fungsi kognitif.
Sebuah penelitian oleh dr. Handy Rifaldi, Sp.N, dr. Subagya, Sp.N, Subsp.NGD(K), Dr. dr. Astuti, Sp.N, Subsp.NGD (K), dan tim dari Departemen Neurologi FKKMK UGM serta RSUP Dr. Sardjito dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan apakah permainan catur dapat meningkatkan fungsi kognitif pada remaja. Penelitian ini dilakukan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman, Provinsi D.I.Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian pertama di Indonesia yang menggunakan desain quasi eksperimental dan melihat efek permainan catur terhadap kognitif remaja dengan menggunakan pengukuran bernama Montreal Cognitive Assessment-versi Indonesia (MoCA-INA). Bahkan, di dunia, penelitian serupa masih sangat terbatas pada populasi remaja.
Penelitian ini melibatkan 48 siswa remaja berusia 15-19 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sejumlah 24 orang melakukan permainan catur 3 sampai 5 kali seminggu dengan durasi 45 hingga 60 menit selama 12 minggu. Kelompok kedua tidak bermain catur sama sekali.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok yang rutin bermain catur mengalami peningkatan kemampuan berpikir yang nyata, terutama dalam hal memusatkan perhatian dan mengingat informasi. Menariknya, manfaat ini dirasakan baik oleh remaja laki-laki maupun perempuan tanpa perbedaan yang berarti.
Permainan catur merupakan langkah Strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mental remaja Indonesia. Permainan ini membutuhkan kemampuan berpikir logis, perencanaan strategis, dan pengendalian diri, yang semuanya penting dalam pembentukan fungsi kognitif pada remaja. Selain itu, catur mendukung peningkatan atensi, memori, kreativitas, fungsi eksekutif, dan kemampuan pemecahan masalah. Bahkan, catur dinilai dapat meningkatkan prestasi akademik dan membangun keterampilan sosial yang positif.
Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa permainan catur mampu meningkatkan memori verbal auditorik, kemampuan linguistik, serta pemahaman bacaan. Aktivasi jaringan otak seperti Central eksecutive network (CEN), Dorsal Attention Network (DAN), Default Mode Network (DMN) dan Salience Network (SN) yang terjadi saat bermain catur merupakan jaringan yang berperan untuk mengontrol berbagai fungsi kognitif otak.
Penelitian ini juga mencerminkan teori konstruktivistik, di mana pembelajaran aktif melalui pengalaman dan interaksi seperti dalam permainan catur memungkinkan terbentuknya keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan fleksibel. Keterlibatan korteks prefrontal dalam aktivitas catur turut menjelaskan pengaruh terhadap fungsi kognitif. Dari sisi biologis, aktivitas ini dapat meningkatkan BDNF (Brain Derived Neurotropic Factor) dan IGF-1 (Insulin Like Growth Factor-1), faktor penting yang mendukung kemampuan otak untuk terus berkembang dan berpotensi mencegah penurunan fungsi kognitif di usia lanjut.
KESIMPULAN :
Permainan catur bisa menjadi kegiatan positif yang membantu meningkatkan fungsi kognitif pada remaja dan berpotensi menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah untuk mendukung perkembangan kemampuan berpikir para siswa.
Bagikan Artikel: