RSUP Dr Sardjito

FGD Program Fellowship Jantung RS Sardjito

h
humas
6 Oktober 2026
2 Menit Baca
FGD Program Fellowship Jantung RS Sardjito

YOGYAKARTA, RS Sardjito menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Fellowship Jantung dan Pembuluh Darah yang menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menyelaraskan standar pendidikan klinis dalam program fellowship agar semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.

FGD tersebut menghadirkan berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan kedokteran, di antaranya Direktur Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan yang dipimpin oleh dr. Yudhi Pramono, MARS, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang diwakili oleh Megawati Santoso, Ph.D., Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia dr. Renan Sukmawan, ST, Ph.D., Sp.JP(K), M.A.R.S., Kepala Departemen Jantung RS Sardjito Dr. dr. Nahar Taufiq, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, serta Tim Penyelenggara Fellowship Jantung dan Pembuluh Darah RS Sardjito. Hadir pula dalam acara tersebut, Direktur Utama RS Sardjito, Dr. dr. Romaniyanto, Sp.BO(K), MARS yang didampingi oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, drg. Nusati Ikawahju, M.Kes, dan Direktur Keuangan dan BMN, Linda Permatasari, SE.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan penyelenggaraan program fellowship memiliki standar pendidikan yang kuat, terarah, dan mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pelayanan kesehatan di bidang jantung dan pembuluh darah.

Dalam forum tersebut, peserta melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai aspek penyelenggaraan fellowship, mulai dari standar pendidikan, kurikulum, sistem pembelajaran, hingga kompetensi yang perlu dikuasai oleh peserta fellowship. Pertukaran pengalaman dan best practices dari masing-masing institusi menjadi bagian penting dalam upaya menyempurnakan proses pendidikan klinis.

Program fellowship tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kompetensi klinis dokter spesialis, tetapi juga diharapkan mampu membentuk tenaga pendidik yang memiliki kapasitas akademik, profesionalisme, serta kemampuan untuk mentransfer ilmu kepada generasi dokter berikutnya.

Melalui FGD ini, RS Sardjito bersama seluruh elemen menegaskan komitmen untuk terus membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang bermutu, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan pasien.

Kolaborasi yang terjalin menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan kedokteran yang unggul sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan jantung dan pembuluh darah di Indonesia.

Bagikan Artikel: