- Dengan adanya perbedaan cuaca, waktu, peningkatan aktivitas dan budaya, jamaah haji membutuhkan kesehatan yang prima.
- Sesuai dengan Al-Qur’an 7:31 “….makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan…”
- Makanlah beraneka ragam (makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah) dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan
- Pilihlah bahan makanan pokok yang tinggi serat : beras, jagung, kentang, ubi, talas, singkong, mie, roti, dsb
- Makanlah lauk pauk yang bernilai gizi tinggi : daging, telur, ikan, ayam, kacang-kacangan & hasil olahan tahu, tempe, dll
- Makanlah sayuran berwarna : bayam, kangkung, wortel, labu kuning, kacang panjang, daun singkong, kelakai, dsb
- Makanlah buah-buahan berwarna kuning / kemerahan : pisang, nanas, jeruk, peer, pepaya, anggur, apel, semangka, melon, dll
- Minum harus cukup.
- AKTIVITAS FISIK
- KONDISI CUACA
- Musim panas
- Perbanyak minum zam-zam/air putih/ jus buah
- Hindari minum air es
- Perbanyak makan sayur dan buah segar yg banyak mengandung air
- Mengurangi aktifitas yang bukan prioritas
- Musim dingin
- Pilih makanan dan minuman yang hangat
- Tetap minum zam-zam/air putih/ jus buah dalam jumlah cukup, walaupun tidak haus
- Makan dalam porsi kecil tapi sering
- Batasi makanan yang asin : biskuit krekes, bolu, dendeng, abon, cornet beef, ikan asin, sarden, ebi, telur asin, keju, selai kac tanah, sayuran kaleng
- Bahan makanan yang diperbolehkan :
- Bahan makanan : beras, ubi, mie, maizena, hunkwee, tep terigu, gula pasir
- Kacang-kacangan : kac hijau, kac merah, kac tanah, kac tolo, tempe tahu tawar, oncom
- Minyak goreng, margarine tanpa garam
- Sayuran dan buah-buahan segar
- Bumbu : baw merah, baw putih, kemiri, kunyit, kencur, lengkuas, daun salam, sereh, jahe
- Meningkatkan asupan kalium, kalsium dan magnesium dengan cukup makan sayuran dan buah-buahan
- Bawalah selalu persediaan makanan ringan (permen, kurma, minuman manis, dll) dalam perjalanan untuk mengatasi penurunan kadar gula darah (hipoglikemia)
- Tanda-tanda hipoglikemia : keluar keringat dingin, gemetar, pusing, lemas, dan mata berkunang-kunang.
- Batasi penggunaan KH kompleks : nasi, lontong, roti, ketan, jagung, kentang.
- Hindari penggunaan sumber KH sederhana : gula pasir, gula jawa, sirup, selai, manisan buah, SKM, ice cream, kue manis, abon, dendeng dan sarden.
- Porsi makan diberikan kecil tapi sering
- Lambung tidak boleh kosong lebih dari 3 jam sehingga pembagian makan harus teratur
- Dalam memasak sebaiknya tidak banyak memakai cabe dan bumbu yang merangsang
- Pilih buah yang tidak asam dan yang tidak menimbulkan gas
- Susu diberikan sesuai toleransi
- Hindari minuman yang merangsang sekresi getah lambung (kopi, teh kental, alkohol)
- Batasi penggunaan garam bila ada hipertensi
- Bagi yang gemuk, jumlah makan pokok sebagai sumber KH dikurangi
- Bahan makanan yang berlemak sebaiknya dibatasi. Pilihlah daging tanpa lemak, ikan segar, ayam
- Hindari sayuran yang mengandung gas : kool, lobak, nagka muda
- Semua buah boleh dimakan kecuali : nangka masak, alpokat dalam jumlah terbatas
- Makanan mudah cerna dan tidak merangsang
- Mengurangi makanan gorengan dan masakan dengan santan kental
- Dianjurkan tidak minum kopi dan alkohol.
- Tetap menjaga kesehatan dengan melakukan aktifitas fisik secara teratur dan terukur 30 menit setiap hari
- Makanlah makanan dengan gizi seimbang
- Karbohidrat (KH) kompleks
- Pilihlah makanan yang mengandung KH kompleks, sehingga perut dapat bertahan kenyang lebih lama.
- KH kompleks menjadi opsi yang lebih sehat karena mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat. KH kompleks dapat diperoleh dari kentang, outmeal, pisang, ubi, dll
- Makanan tinggi protein
- Protein dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan massa otot dan kekuatan tubuh. Saat tubuh mengalami kerusakan organ dan jaringan, protein berfungsi untuk memperbaikinya.
- Protein juga untuk menambah tenaga : telur, almond, dada ayam, yogurt, susu, daging, ikan dan kacang-kacangan.
- Konsumsi serat
- Konsumsi serat membuat sistem pencernaan berfungsi dengan lancar, mendukung bakteri baik di dalam perut. Serat dapat melawan peradangan pada sistem pencernaan.
- Serat diperoleh dari makanan, : kac almond, kac kedelai, kac kenari, serta beragam sayur dan buah seperti kurma, jeruk, apel, peer, dll
- Cukup minum
- Makan tidak berlebihan
- Atur porsi makan, jika terbiasa makan tiga kali menu besar setiap harinya, cobalah untuk makan sedang dalam porsi kecil.
- Melakukan pola makan dengan trik ini dapat menghindari rasa cepat lelah. Pola makan ini dapat memberikan asupan nutrisi yang stabil pada tubuh.
- Konsumsi vitamin
- Segeralah makan setelah mendapat jatah pembagian makanan dan minuman. Tidak menunda/menyimpan makanan lebih dari 2 jam, karena akan rusak (basi dan berlendir)
- Biasakan membaca etiket kadaluarsa pada kemasan makanan
- Kurangi makanan yang digoreng dan tinggi lemak
- Hindari makanan dengan bumbu yang merangsang (pedas/asam)
- Biasakan makan terlebih dahulu sebelum beraktifitas
- Perbanyak makan sayuran berwarna hijau, buah-buahan berwarna dan banyak mengandung cairan, pilihlah jenis yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, apel, dll
- Tidak menunda/menyimpan makanan lebih dari 2 jam, karena akan rusak (basi dan berlendir)
- Tidak makan terlalu kenyang dan tidak banyak mengkonsumsi lemak, gula dan garam
- Minum air yang cukup, atau air zamzam 1 gelas ( 200 cc) setiap jam dan membawa bekal air ketika bepergian
- Konsumsi buah kurma secukupnya
- Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir sebelum makan dan setelah beraktifitas dan setelah buang air kecil/besar
- Biasakan aktifitas fisik secara teratur dan terukur 30 menit setiap hari
- Kurangi aktifitas yang bukan prioritas
- Selalu konsultasikan setiap keluhan dan gejala penyakit pada petugas kesehatan yang mendampingi jamaah
Daftar Pustaka
- https://puskeshaji.kemkes.go.id/berita/2019/3/5/gizi-sehat-bagi-jemaah-haji-sebelum-keberangkatan-dan-saat-di-tanah-suci, diakses pada tanggal 25 Mei 2022
- https://nasional.tempo.co/read/1593733/kemenag-imbau-jamaah-haji-antisipasi-cuaca-panas-di-arab-saudi/full&view=ok, diakses pada tanggal 27-5-2022
- Kementrian Kesehatan, 2020, Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019
- Peraturan Menteri Kesehatan No. 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang