Lakukan Terobosan Revolusioner Pengobatan Orthopaedi RS Sardjito Yogyakarta Luncurkan Layanan Stem Cell
humas
31 Desember 2024
3 Menit Baca
Yogyakarta, (30/12/2024) Di penghujung tahun 2024, RS Sardjito kembali mencatat sejarah dengan menghadirkan inovasi mutakhir dalam dunia medis. Layanan pengobatan berbasis stem cell atau sel punca, yang merupakan teknologi terkini dalam bidang kesehatan, untuk menangani kasus kerusakan tulang dan tulang rawan (defek osteokondral) pada bidang ortopedi. Inovasi ini membuka era baru bagi pasien dengan cedera kompleks, serta memberikan harapan baru untuk pemulihan yang lebih cepat dan optimal. Dipimpin oleh dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.PL(K) bersama tim medis berbagai disiplin ilmu, tindakan revolusioner berupa prosedur microfracture disertai injeksi stem cell dan scaffold dilakukan secara artroskopik pada 17 Desember 2024 lalu, di Ruang Operasi Gedung Bedah Sentral Terpadu RS Sardjito. Ini adalah bukti nyata komitmen RS Sardjito dalam menghadirkan pelayanan kelas dunia bagi masyarakat.
Metode pengobatan menggunakan Sel punca mesenkimal tersebut, saat ini sudah banyak dikerjakan pada beberapa jenis kasus, salah satunya pada kasus defek osteokondral atau yang sering disebut lesi osteokondral yaitu kerusakan pada tulang dan tulang rawan. Menurut dr. Aditya Fuad Robby Triangga, Sp.OT, Subsp.PL(K) yang akrab dipanggil dr. Robby, Sel punca tersebut merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai macam sel dalam tubuh, serta mampu melakukan regenerasi dan memperbarui diri. Kemampuan tersebut dapat membuat sel baru yang berkembang untuk memperbaiki jaringan yang rusak di dalam tubuh. “Selain itu, sel punca juga dapat menghasilkan sinyal komunikasi dalam sel untuk meningkatkan penyembuhan jaringan dengan cara menurunkan peradangan, menstimulasi perkembangan sel baru, serta meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru,” Terangnya.
Beberapa kasus di bidang ortopedi yang dapat ditangani di RS Sardjito Yogyakarta antara lain osteoarthritis, defek tulang kritis, cedera medulla spinalis, gagal penyambungan pada tulang, degenerasi diskus intervertebralis, osteoporosis, defek tulang belakang, spondiloartrosis, lesi pleksus brakialis, reparasi dan rekonstruksi tendon/ligament, cedera ACL, cedera otot, dan cedera meniscus lutut.
Pemberian terapi stem cell di RS Sardjito, menurut dr Robby, juga melibatkan kerjasama tim antar keilmuan spesialis lainnya seperti dr. Rusdy Ghazali Malueka, Sp.N, Subsp.N.Onk(K), Ph.D untuk layanan stem cell di bidang saraf (neurologi) dan dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.OTB(K) untuk layanan stem cell di bidang ortopedi tulang belakang.
Harapannya, menurut dr. Roby di akhir wawancara dengan sejumlah media di RS Sardjito, menyampaikan bahwa dengan berkembangnya terapi sel punca, maka diharapkan dapat menjadi terapi alternatif khususnya dalam penanganan kasus-kasus ortopedi. “Hal ini dapat tercapai karena kemampuan stem cell untuk melakukan regenerasi jaringan rusak”, tutupnya mengakhiri.
Sementara itu Banu Hermawan,SH, MHLi menyampaikan bahwa RS Sardjito akan terus melakukan transformasi di bidang Kesehatan, harapannya masyarakat akan mendapatkan layanan lebih baik lagi kedepannya. Masyarakat dapat memperoleh layanan ini melalui Klinik Amarta RS Sardjito. Layanan Stem Cells ini juga menjadi salah satu bukti RS Sardjto terus mengembangkan diri dengan layanan-layanan unggul lainnya
Bagikan Artikel: