Tonsilitis atau radang amandel merupakan masalah yang sering dijumpai pada anak-anak.
Tonsilitis atau yang sering kita sebut radang amandel adalah peradangan pada
tonsil palatina (amandel) yang sering disebakan oleh bakteri atau virus
1,2.
Tonsilitis diklasifikasikan menjadi dua berdasarkan lama keluhannya, yaitu
tonsilitis akut dan
tonsilitis kronis.
Tonsilitis akut adalah peradangan
tonsil yang keluhannya dirasakan kurang dari 3 bulan, sedangkan
tonsilitis kronis adalah peradangan
tonsil yang keluhannya dirasakan lebih dari 3 bulan
2. Gejala yang paling sering ditemukan pada kasus
tonsilitis adalah demam dan sulit menelan
3.
Banyak faktor penyebab tosilitis, antara lain usia, kebiasaan konsumsi makanan dan kebersihan mulut. Kasus tertinggi
tonsilitis kronis terdapat pada usia anak usia 6-11 tahun (37,1%), diikuti anak usia 12-16 tahun (15,7%)
1. Pada usia 3-10 tahun fungsi imunologi
tonsil sangat aktif untuk memberi tanda tubuh bahwa adanya infeksi bakteri dan virus, fungsi
tonsil akan menurun diusia 15 tahun
1,3. Kebiasaan konsumsi makanan merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan
tosilitis diantaranya makanan yang mengandung banyak minyak, penyedap rasa, pengawet, minuman dingin dan makanan tidak bersih. Kurang menjaga kebersihan mulut merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya
tonsilitis, karena bakteri
streptococcus beta hemoliticus dapat masuk melalui makanan, minuman dan sisa-sisa makanan disela-sela gigi
1.
T
onsilitis dapat didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik meliputi tanda-tanda vital (tekanan darah, suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernafasan), pemeriksaan rongga mulut, penilaian ukuran
tonsil, pemeriksaan kelenjar getah bening dan pemeriksaan telinga dan gerakan leher. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain kultur bakteri,
Rapid Antigen Detection Test (RADT), usap tenggorok antibodi
streptococcus, dan pemeriksaan radiologi
3.
Tonsilitis dapat dicegah dengan menjaga pola makan seperti mengurangi makanan berminyak, mengandung pengawet, penyedap rasa, pengawet buatan dan makanan yang kebersihannya kurang terjaga. Kebersihan mulut yang kurang dijaga dapan menjadi factor penyebab
tonsilitis, oleh sebab itu diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi minimal 2 kali sehari saat setelah makan dan sebelum tidur. Menggunakan alat makan dan minum sendiri juga dapat mengurangi transmisi penyebaran bakteri dan virus yang dapat menimbulkan
tonsilitis1.
Kontributor :
Pratiwi Kusuma Handayani, S.Kep.,Ns
Kelompok Fungsional Keperawatan THT
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
References :
- Wahyuni, S. (2016). Hubungan usia, konsumsi Makan dan Hygiene mulut dengan gejala tonsilitis pada anak di SDN 005 Sungai Pinang Kota Samarinda. S-1 Skripsi. Universitas Kalimantan Timur. Retrieved April 12, 2022, form Universitas Muhammadiyah Kota Samarinda Digital Library.
- Mustofa, Artini, dkk. (2020) Karakterisitik Pasien Tonsilitis Pada Tonsilektomi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kesehatan. I (4). ISSN 2 721-4526. Retrieved April 12, 2022, from sinergis databased.
- Windfuhr, Toepfner, dkk. (2016). Clinical Practice Guidline: Tonsilitis I. Diagnostic and Nonsurgical management. 273: 973-987. Retrieved April 12,2022, from springer databased.
- Upham, B. (2020). What is Tonsillitis? Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, and Prevention. Medical review. Retrieved April 12, 2022. From everydayhealth databased.