RS SARDJITO DAMPINGI PROCTORSHIP BEDAH JANTUNG DI RSUD Dr. KANUDJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
humas
11 Februari 2025
3 Menit Baca
YOGYAKARTA, RS Dr Sardjito Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia melalui kegiatan Proctorship Bedah Jantung di RSUD Dr Kanudjoso Djatiwibowo, Balikpapan. Kegiatan ini berlangsung 31 Januari hingga 2 Februari 2025 di Kamar Bedah RSUD tersebut.
Banu Hermawan, Manajer Hukum dan Humas RS Dr Sardjito menuturkan proctorship ini merupakan bagian dari program pendampingan dan pengampuan rumah sakit, bertujuan untuk mengevaluasi kinerja klinis para dokter bedah jantung.
Evaluasi dilakukan oleh para dokter senior (proctor) untuk memastikan kompetensi klinis, teknis, dan profesional dokter yang didampingi sesuai dengan standar pelayanan," kata Banu, Sabtu (8/2/2025)
Dijelaskan Banu, dalam pelaksanaan kegiatan ini, RS Dr Sardjito mengirimkan tim ahli terdiri dari para profesional berpengalaman di bidangnya masing-masing. Tim dipimpin oleh dr. Raden Haryo Aribowo, Sp.B., Sp.BTKV(K) dan dr. Yunanto Kurnia, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIHA, FIATCVS. Keduanya merupakan spesialis bedah toraks dan kardiovaskular yang memiliki keahlian mendalam dalam prosedur bedah jantung.
Mendukung keberhasilan operasi saat itu, hadir pula Dr. dr. Juni Kurniawaty, M.Sc., Sp.An-TI, Subsp.An.Kv(K), seorang spesialis anestesi dengan subspesialisasi anestesi kardiovaskular, yang memastikan kelancaran anestesi selama prosedur berlangsung.
Selain itu, tim ini juga diperkuat oleh Sunardi, S.Kep., Ns., seorang perawat khusus bedah jantung (scrub nurse) yang memiliki peran penting dalam persiapan dan pelaksanaan operasi, serta Suyanta, AMK, seorang perfusionist yang bertanggung jawab dalam pengelolaan mesin sirkulasi ekstrakorporeal selama operasi bedah jantung terbuka.
Menurut Banu, kegiatan proctorship kali ini berfokus pada pendampingan tim bedah jantung RSUD Dr Kanudjoso Djatiwibowo dalam melakukan bedah jantung terbuka. Salah satu capaian signifikan dari kegiatan ini adalah keberhasilan tim dokter setempat melakukan tindakan anastomosis distal dan proksimal, yang sebelumnya belum pernah dilakukan dalam proctorship sebelumnya.
Dua pasien, yaitu Tuan L (63 tahun) dan Tuan D (49 tahun), menjalani operasi dengan lancar. Pasien dalam kondisi stabil meskipun masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi.
Lebih lanjut dikatakan Banu Hermawan, program ini adalah bagian dari transformasi layanan rujukan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan aksesibilitas, kapabilitas, dan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Program ini difokuskan pada penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU KIA).
"Ke depan, program ini akan berlanjut ke beberapa rumah sakit lainnya. Sebagai rumah sakit pengampu, RS Dr. Sardjito berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas layanan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pemenuhan sarana serta prasarana," ujar Banu.
Mendukung keberhasilan operasi saat itu, hadir pula Dr. dr. Juni Kurniawaty, M.Sc., Sp.An-TI, Subsp.An.Kv(K), seorang spesialis anestesi dengan subspesialisasi anestesi kardiovaskular, yang memastikan kelancaran anestesi selama prosedur berlangsung.
Selain itu, tim ini juga diperkuat oleh Sunardi, S.Kep., Ns., seorang perawat khusus bedah jantung (scrub nurse) yang memiliki peran penting dalam persiapan dan pelaksanaan operasi, serta Suyanta, AMK, seorang perfusionist yang bertanggung jawab dalam pengelolaan mesin sirkulasi ekstrakorporeal selama operasi bedah jantung terbuka.
Menurut Banu, kegiatan proctorship kali ini berfokus pada pendampingan tim bedah jantung RSUD Dr Kanudjoso Djatiwibowo dalam melakukan bedah jantung terbuka. Salah satu capaian signifikan dari kegiatan ini adalah keberhasilan tim dokter setempat melakukan tindakan anastomosis distal dan proksimal, yang sebelumnya belum pernah dilakukan dalam proctorship sebelumnya.
Sementara itu, Muslimin, SKM, selaku Kepala Bagian Umum, Hukum, dan Humas RSUD Dr Kanudjoso Djatiwibowo, menyampaikan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama dengan RS Dr Sardjito diharapkan terus berlanjut dengan baik.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat pada peningkatan layanan klinis, tetapi juga dalam aspek manajerial, di mana RSUD Dr Kanudjoso banyak belajar dari pengalaman RS Dr Sardjito.
Bagikan Artikel: