RSUP Dr Sardjito

RS SARDJITO GELAR LIVE DEMO INTERVENSI KORONER KOMPLEKS DALAM RANGKA HARI KESEHATAN NASIONAL 2025

h
humas
7 November 2025
2 Menit Baca
RS SARDJITO GELAR LIVE DEMO INTERVENSI KORONER KOMPLEKS DALAM RANGKA HARI KESEHATAN NASIONAL 2025
YOGYAKARTA, (07/11/2025) — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2025, Kelompok Staf Medis (KSM) Jantung RS Sardjito bekerja sama dengan Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) menyelenggarakan kegiatan live demo intervensi koroner pada kasus kalsifikasi koroner kompleks. Prosedur ini memanfaatkan dua teknologi mutakhir, yaitu Orbital Atherectomy System (OAS) yang digunakan untuk mengurangi ketebalan kalsium didinding pembuluh darah koroner serta  Optical Coherence Tomography (OCT) yang berfungsi sebagai panduan pencitraan langsung dinding pembuluh darah. Acara ini berlangsung di Ruang Cath Lab Pusat Jantung Terpadu RS Sardjito yang ditransmisikan secara langsung dalam dalam Annual Scientific Meeting di Jakarta. Kegiatan ini melibatkan tim medis yang terdiri dari operator Dr. dr. Nahar Taufiq, Sp.JP(K) dan dr. Arditya Damar Kusuma, M.Med (Clin. Epi) Sp.JP (K) serta perawat Tri Heru Setyadi dan Prasetyo Wijayanto, dan radiografer Dzul Imin.  Sebagai panelis, turut hadir para pakar intervensi koroner dari dalam dan luar negeri, yaitu Dr. Lim Ing Haan (Singapura), Prof. Mamas A. Mamas (Inggris), Dr. Takayuki Ishihara (Jepang), serta dr. Arwin Saleh Mangkuanom, Sp.JP(K), dr. Celly Anantaria Atmadikoesoemah, Sp.JP(K), dr. Dendi Puji Wahyudi, Sp.JP(K), dan dr. Ilham Uddin, Sp.JP(K) dari Indonesia.

Teknologi OCT dan OAS digunakan untuk meningkatkan akurasi diagnosis serta efektivitas intervensi pada kasus kalsifikasi koroner kompleks. Menurut Dr. dr. Nahar Taufiq, Sp.JP(K), “Teknologi OCT dan OAS sangat membantu dalam menangani kasus intervensi koroner yang kompleks. Keduanya memberikan gambaran yang lebih detail dan memungkinkan akses yang lebih presisi, sehingga meningkatkan keberhasilan prosedur serta mempercepat kesembuhan pasien. Menurut studi yang ada dengan penggunaan kedua teknologi ini memungkinkan hasil intervensi non bedah dapat menjadi alternatif dengan luaran yang tidak kalah (Noninferior) jika dibandingkan dengan bedah pintas koroner. Selain itu, kedua fasilitas sudah tersedia di RS Sardjito”

Melalui kegiatan ini, RS Sardjito menunjukkan komitmennya untuk terus mengikuti perkembangan teknologi terkini di bidang kardiovaskular, guna memberikan layanan terbaik bagi pasien. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi ilmiah untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam penanganan penyakit jantung di Indonesia.  
Bagikan Artikel: