RSUP Dr Sardjito

RS SARDJITO PERKUAT PENGEMBANGAN SDM MELALUI PROGRAM FELLOWSHIP BEDAH SARAF

h
humas
3 Maret 2025
3 Menit Baca
RS SARDJITO PERKUAT PENGEMBANGAN SDM MELALUI PROGRAM FELLOWSHIP BEDAH SARAF
Yogyakarta, 3 Maret 2025 – RSUP Dr. Sardjito meneguhkan kembali komitmennya sebagai RS Pendidikan yang terdepan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kolegium Bedah Saraf Indonesia. Acara yang berlangsung di Ruang Bulat, Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito ini dihadiri oleh Ketua Kolegium Bedah Saraf Indonesia, Prof. Dr. dr. Asra Al Fauzi, Sp.BS, dan dr. Muh Kusdiansah,SpBS(K),  Direktur Utama dan jajaran Direksi beserta jajaran Bedah Saraf RSUP Dr. Sardjito, dan wakil dekan FKKMK UGM. “Melalui pendekatan layanan bedah saraf kepada masyarakat dan peningkatan kompetensi SDM daerah, kita berupaya agar pasien tidak perlu dirujuk ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan terbaik. Saat ini, RSUP Dr. Sardjito telah menerima peserta fellowship dari Papua dan Aceh, mencerminkan komitmen dalam pemerataan tenaga medis spesialis di Indonesia,” ujar Prof. Asra. Selain itu, ia juga mengapresiasi RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat pendidikan yang memiliki kapasitas unggul dalam membimbing spesialis bedah saraf. Dengan tenaga pembimbing yang lengkap, termasuk Bedah Saraf Pediatrik dr. Handoyo Pramusinto,SpBS(K),  Bedah Saraf Vaskuler dr. Adiguno SpBS(K), Bedah Saraf Tulang Belakang dr. Wiryawan Manusubroto, SpBS(K) dan Bedah Saraf Onkologi dr. Rahmat Andi H, SpBS(K), maka RSUP Dr. Sardjito siap menjadi rujukan utama bagi program fellowship di Indonesia. Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ, MMR., QHIA menyatakan kebanggaannya atas Amanah yang diberikan ini. “Sebagai rumah sakit pendidikan, kami memiliki lebih dari 1.400 peserta didik dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS), termasuk program fellowship. RS Sardjito juga memiliki pengalaman dalam program Sister Hospital dari Aceh hingga Papua, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola layanan dan mempercepat akses layanan spesialis di daerah,” ungkapnya. Program fellowship ini, lanjut dr. Eniarti, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dokter spesialis bedah saraf dalam bidang subspesialis, menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat, serta mendorong penelitian dan inovasi di bidang bedah saraf. Saat ini, RSUP Dr. Sardjito telah menyelenggarakan 43 program fellowship dengan 20 program telah berjalan dan 15 program dalam tahap pelaksanaan. Dalam bidang bedah saraf, fellowship tersedia untuk subspesialisasi Vaskuler (Intervensi Stroke), Tulang Belakang (Spine), Tumor Otak, dan Neurotrauma. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan distribusi dokter spesialis bedah saraf berkualifikasi tinggi di seluruh Indonesia, meningkatkan standar layanan bedah saraf secara nasional, serta mempercepat transfer ilmu dan teknologi dari pusat akademik ke rumah sakit daerah. Keuntungan program ini antara lain peningkatan kompetensi tenaga medis yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien, penguatan posisi RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat rujukan nasional dalam kasus bedah saraf, serta peningkatan kolaborasi nasional dan internasional dalam penelitian serta pengembangan teknologi bedah saraf. Wakil Dekan FKKMK UGM, dr. Sudadi, turut menegaskan bahwa program fellowship merupakan kombinasi ideal antara pelayanan dan pengembangan keilmuan. “Kami berharap para peserta fellowship dapat kembali ke daerah masing-masing dengan kompetensi yang lebih baik, guna mendukung layanan bedah saraf yang berkualitas,” katanya. Dengan adanya program ini, diharapkan pemerataan layanan bedah saraf di Indonesia semakin meningkat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. FKKMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito akan terus berkontribusi dalam mencetak tenaga medis berkualitas serta meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas tinggi di Indonesia.
Bagikan Artikel: