RSUP Dr Sardjito

RSUP Dr. Sardjito Gelar Workshop Internasional “Endoscopic Weekend 2025” untuk Tingkatkan Kapasitas Bedah Minimal Invasif

h
humas
11 Oktober 2025
3 Menit Baca
RSUP Dr. Sardjito Gelar Workshop Internasional “Endoscopic Weekend 2025” untuk Tingkatkan Kapasitas Bedah Minimal Invasif
RSUP Dr. Sardjito Gelar Workshop Internasional “Endoscopic Weekend 2025” untuk Tingkatkan Kapasitas Bedah Minimal Invasif Yogyakarta, 10–11 Oktober 2025, RSUP Dr. Sardjito kembali menunjukkan kiprahnya sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat rujukan nasional yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu kedokteran dan peningkatan kompetensi tenaga medis, melalui penyelenggaraan Workshop on Basic Surgical Endoscopy – Endoscopic Weekend 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Yogyakarta ini diikuti oleh dokter spesialis bedah dari berbagai daerah di Indonesia serta satu peserta dari Belanda, dan menghadirkan narasumber ahli dari Indonesia, Singapura, dan Jepang. Workshop ini diselenggarakan oleh Divisi Minimal Invasive Surgery RSUP Dr. Sardjito dengan dukungan berbagai mitra akademik dan industri, termasuk Olympus sebagai mitra teknologi. Menjawab Tantangan Kompetensi Endoskopi Nasional Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ, MMR, QHIA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya RSUP Dr. Sardjito dalam memperkuat kapasitas rumah sakit pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang bedah minimal invasif dan deteksi dini kanker. “Permintaan terhadap tindakan bedah minimal invasif terus meningkat seiring kemajuan teknologi kedokteran. Melalui workshop ini, kami berharap para dokter dapat memperoleh keterampilan praktis sekaligus memperbarui wawasan dalam praktik endoskopi modern,” ujar dr. Eniarti. Sementara itu, Course Director kegiatan, dr. Imam Sofii, Sp.B(K)-BD, menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan kemampuan dalam pelaksanaan endoskopi bedah di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan Endoscopic Weekend ini dirancang untuk memberikan pelatihan praktis, terstruktur, dan aplikatif, terutama bagi dokter bedah dengan pengalaman terbatas dalam tindakan endoskopi. “Kami ingin menumbuhkan kembali minat dan kepercayaan diri para dokter dalam menerapkan teknik endoskopi, sekaligus mendukung program nasional deteksi dini kanker melalui peningkatan kemampuan endoskopi di tingkat fasilitas layanan,” ungkapnya. Dua Hari Pembelajaran Intensif Pada hari pertama, peserta mendapatkan kuliah pakar dari sejumlah ahli, antara lain Dr. Winson Tan Jianhong (Head of Colorectal Service, Sengkang General Hospital, Singapura), serta para konsultan bedah RSUP Dr. Sardjito, seperti dr. Reagan, dr. Annas, dr. Jovan, dr. Yudha, dan dr. Nurcahyo. Materi meliputi Surgeon’s Role in Endoscopy Excellence, Foundations of Flexible Endoscopy, Upper and Lower GI Diagnostic Insights, hingga topik lanjutan seperti Therapeutic Endoscopy dan Colonic Stenting. Sesi sore hari dilanjutkan dengan pelatihan langsung (hands-on training) menggunakan enam stasiun simulasi, termasuk scope handling, photo documentation, clipping, de-looping, serta teknik kolonoskpi yang aman dan efektif. Setiap peserta berkesempatan berlatih dengan model endoskopi realistis menggunakan simulator Mikoto, Endonix, LM-103, dan CM-15, dipandu langsung oleh para fasilitator berpengalaman. Hari kedua difokuskan pada pembelajaran berbasis kasus nyata (live endoscopy). Melalui sistem siaran langsung dua arah dari ruang operasi endoskopi ke aula utama, peserta dapat menyaksikan prosedur EGD, colonoscopy, dan ERCP secara real time. Diskusi interaktif berlangsung antara tim operator di ruang tindakan dan peserta di aula, difasilitasi oleh moderator dan panel ahli. Menuju Pusat Unggulan Pelatihan Bedah Endoskopi Kegiatan Endoscopic Weekend ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi ilmiah antar-institusi. RSUP Dr. Sardjito menargetkan agar kegiatan serupa dapat berlangsung secara rutin dan menjadi bagian dari agenda pelatihan berkelanjutan bagi dokter spesialis bedah di tingkat nasional maupun regional. “Kami berharap Yogyakarta, melalui RSUP Dr. Sardjito, dapat menjadi pusat unggulan pengembangan keterampilan bedah endoskopi di Indonesia, yang mengedepankan kolaborasi lintas negara dan berbasis pembelajaran berkelanjutan,” tutup dr. Imam Sofii. Dengan dukungan para pakar dari dalam dan luar negeri, Endoscopic Weekend 2025 menjadi langkah konkret RSUP Dr. Sardjito untuk terus berinovasi dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan unggulan yang berorientasi pada mutu pelayanan, riset, dan pendidikan kedokteran.
Bagikan Artikel: