UJI COBA PENGIRIMAN PLASMA FRAKSIONASI PERTAMA DI INDONESIA, RS SARDJITO SUKSES LAKUKAN MOCK-RUN PENGIRIMAN PLASMA UNTUK FRAKSIONASI
humas
14 Februari 2025
2 Menit Baca
YOGYAKARTA, (16/02/2025)–Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Dr. Sardjito akan mencatatkan sejarah baru dengan menyelenggarakan Mock-Run Pengiriman Plasma Pertama di Indonesia yang dilakukan bekerja sama dengan Fraksionator SK Plasma Korea. Kegiatan ini berlangsung pada 5–6 Februari 2025 di RS Sardjito Yogyakarta. Setelah sebelumnya, melewati berbagai tahapan pemenuhan persyaratan yang ketat untuk dapat mengirim plasma darah. Mock-Run ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia dalam mengembangkan pengolahan plasma darah dalam negeri guna menghasilkan Produk Obat Derivat Plasma (PODP) yang aman dan berkualitas tinggi, seperti albumin, immunoglobulin, dan faktor pembekuan darah yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.
Selama proses Uji coba pengiriman plasma melalui Mock-Run, tim RSUP Dr. Sardjito bersama SK Plasma Korea melakukan serangkaian uji kelayakan, termasuk Packing Qualification atau Validasi Pengemasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa plasma yang dikirim ke fasilitas fraksionasi memenuhi standar keamanan, stabilitas suhu, dan kualitas yang telah ditetapkan. Sebelumnya proses simulasi meliputi persiapan peralatan, pengemasan sesuai standar internasional, pengujian stabilitas suhu selama pengiriman, hingga simulasi pengiriman dan pemeriksaan kepatuhan terhadap standar Good Manufacturing Practice (GMP). Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari RS Sardjito dalam menerapkan standar mutu tertinggi dalam pengolahan plasma darah.
Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK(K) selaku Kepala Unit Pengelola Darah (UPD) RS Sardjito, menyampaikan bahwa saat ini obat-obatan seperti albumin dan immunoglobulin masih tergolong mahal di Indonesia karena seluruhnya 100% diimpor dari luar negeri. Melalui kerja sama dengan PT SK PLASMA CORE INDONESIA (SKPI), yang merupakan fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia, diharapkan obat-obatan tersebut dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri dengan harga yang lebih terjangkau. PT SK Plasma Core berlokasi di Karawang International Industrial City memiliki kapasitas pengolahan hingga 600.000 liter plasma per tahun, yang akan digunakan untuk memproduksi PODP seperti albumin dan immunoglobulin.
Tujuan dari pengiriman plasma ini tidak hanya untuk memastikan kesiapan teknis dalam proses produksi, tetapi juga untuk mewujudkan pasokan obat-obatan yang stabil, seperti albumin yang sangat vital bagi pasien gawat darurat dan kebutuhan operasi. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada produk fraksionasi plasma, sehingga tidak bergantung pada impor. Dengan keberhasilan kegiatan ini, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan obat-obatan penting, menekan biaya impor, dan menciptakan sistem kesehatan yang lebih mandiri dan berdaya saing di tingkat global.
Informasi ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Sardjito Yogyakarta, telpon 0274-587333 psw 1447 dan 1583, Hotline : 1500705 www.sardjito.co.id
Bagikan Artikel: