Benigna Prostat Hiperthropi (BPH) merupakan kondisi perbesaran jinak pada kelenjar prostat yang dapat memicu penyumbatan saluran kencing. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, faktor pertambahan usia mempengaruhi terjadinya kondisi ini. Gejala yang biasanya dirasakan pasien meliputi kesulitan dan nyeri saat buang air kecil, urine menetes di akhir berkemih, serta munculnya rasa tidak puas setelah berkemih. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, BPH berisiko menyebabkan komplikasi lanjutan seperti infeksi saluran kemih, kencing berdarah, wasir, batu kandung kemih, hingga gagal ginjal. Oleh karena itu, penanganan medis yang tepat serta perawatan pasca-operasi sangat penting untuk memulihkan kondisi pasien. Langkah perawatan setelah operasi mencakup pembatasan aktivitas fisik yang berat, menghindari mengejan kuat saat buang air besar, serta menjaga kecukupan hidrasi dengan minum air sebanyak 2500–3000 ml per hari selama tidak ada kontraindikasi medis.