Poster ini menjelaskan tentang Cerebral Palsy (CP), yaitu gangguan gerakan, kekakuan otot, dan masalah neurologis akibat adanya kerusakan atau cedera pada otak anak. Kondisi cedera otak tersebut dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dibawah 5 tahun, yang dipicu oleh infeksi, bilirubin tinggi, hingga trauma kepala. Gejala umumnya mulai tampak sebelum anak berusia 2 tahun, ditandai dengan keterlambatan perkembangan motorik seperti duduk, merangkak, berjalan, hingga gangguan makan dan bicara. Berdasarkan kelainan geraknya, CP terbagi menjadi beberapa jenis, meliputi tipe spastik yang mendominasi kasus, tipe athetoid, tipe ataksik, serta tipe campuran. Diagnosis medis ditegakkan melalui pengamatan tumbuh kembang secara berkala serta didukung pemeriksaan penunjang seperti tes darah, pemindaian CT scan, atau MRI. Meskipun gangguan ini berlangsung seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan, kualitas hidup anak dapat ditingkatkan melalui penanganan rehabilitasi yang tepat secara dini. Tatalaksana tersebut mencakup program fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, pemakaian alat bantu penyangga (braces), sekolah khusus, obat-obatan, hingga pembedahan ortopedi. Meskipun sebagian besar kasus tidak dapat dicegah, ibu hamil dapat meminimalkan risiko dengan melakukan skrining pra-kehamilan, imunisasi infeksi, dan rutin kontrol ke dokter.