YOGYAKARTA, Ketika Kemanusiaan Berpacu dengan Waktu, 24 jam. Hanya itu waktu yang dimiliki untuk bersiap.
Ketika gempa mengguncang NTT, Tim RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta segera bergerak menuju Bajawa. Bukan hanya dokter dan perawat yang harus disiapkan, tetapi juga obat-obatan, BMHP, AMHP, implant ortopedi, dan berbagai peralatan medis.
Perjalanan menuju Bajawa pun tidak mudah. Transportasi terbatas. Jalur terputus. Barang yang harus dibawa tidak sedikit.
Lion Air–Wings Air membantu membuka akses penerbangan, bahkan memprioritaskan ruang kargo untuk obat dan peralatan medis. PT Angkasa Pura mengawal perjalanan dari Juanda, Makassar, hingga Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, Susi Air membantu membawa tim menembus perjalanan menuju Bajawa.
Setelah tiba, tidak ada waktu untuk berlama-lama beristirahat. Kamar operasi menunggu. Pasien menunggu. Masyarakat menunggu.
Dalam penugasan pertama, tim Sardjito menangani dan mendukung 57 tindakan operasi, melayani 29 pasien melalui poliklinik dan lapangan, serta melatih 24 dokter umum dalam splinting dan imobilisasi. semua berburu waktu, untuk meringankan derita mereka.
Kemudian, estafet dilanjutkan oleh Tim 2.
Karena dalam bencana, yang paling penting bukanlah seberapa jauh perjalanan yang harus ditempuh, tetapi seberapa cepat pertolongan bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan. Rasa meringankan derita saudara kita menjadi prioritasnya.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kemanusiaan ini.
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Hadir, bergerak, dan mengabdi untuk kemanusiaan.
