Poster ini menjelaskan secara terstruktur mengenai stunting, yaitu kondisi ketika tinggi badan anak tumbuh lebih pendek daripada usia sebayanya akibat gangguan tumbuh kembang. Masalah ini utamanya dipicu oleh faktor gizi buruk sejak dalam kandungan, kurangnya edukasi kesehatan bagi ibu, serta minimnya akses air bersih dan sanitasi.
Anak yang mengalami stunting biasanya menunjukkan ciri fisik berupa pertumbuhan melambat, wajah tampak lebih muda, hingga fungsi memori belajar yang buruk.
Jika dibiarkan, kondisi ini berdampak buruk secara jangka panjang karena membuat anak mudah sakit, menurunkan kemampuan kognitif, hingga membebani perekonomian keluarga.
Untuk mencegahnya, ibu hamil disarankan rutin memeriksa kehamilan, menjaga asupan makanan bergizi seimbang, serta wajib mengonsumsi tablet tambah darah (Fe). Upaya pencegahan berlanjut setelah kelahiran dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan MP-ASI yang tepat, dan memantau tumbuh kembang di posyandu.
Sementara untuk penanganannya, dengan intervensi gizi spesifik pada 1000 hari pertama kehidupan serta intervensi di luar sektor kesehatan.
Melalui pemahaman yang baik masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam pencegahan untuk masa depan anak.